mencari sebuah kesadaran,,,,
Nama saya meilani,iya benar nama saya meilani putrid,anak kedua dari tiga bersaudara,saya seseorang yang sadar buktinya saya masih mampu mengingat benar nama saya,saya lahir 30 oktober 22 tahun silam,yang mana bintang saya adalah scorpio,benar kan semua yang saya katakan,hari ini tepat hari ketigapuluh tujuh saya berada di tempat ini,dingin sekali rasanya tempat ini,ada banyak ranjang,teman,bahkan semua dilayani disini,even makan minum juga dilayani,hotel?bukan bukan sebuah hotel,jauh dari criteria hotel saya kira,tk,sd,smp,sma semuanya saya jalani satu persatu,normal seperti orang kebanyakan,jika saya tidak tersesat mungkin saya sekarang sudah menjadi seorang akuntan handal,iya,cita-cita saya masuk sebuah universitas terkenal kesampaian juga,mengapa saya ingin menjadi seorang akuntan?dalam benak saya mungkin seorang akuntan tak ubahnya orang yang menjalankan uang,namun dugaan saya kesalahan,malah berbalik,akuntan orang yang bertugas mengadakan pembukuan,jadi nilai yang pernah saya bukukan itu sebuah fantasi,tidak pernah rasanya saya meilhat onggokan uang,sesuai dengan nominal yang harus saya bukukan,nama teman kecil saya fitri,fitri setahun lebih muda daripada saya,yah fitri,,namanya bagus yah,,,unik,sebuah penggalan nama yang berarti kembali suci,waktu usia saya tujuh tahun dan ia enam tahun,saya pernah loh mencuri sekeresek besar bawang daun,jika dipikir-pikir sekarang orang ko mencuri banyak sekali yah,sekeresek besar lagi,iya benar,kami mengendap-endap masuk ke kebun aki anang namanya,ia mempunyai kebun bawang daun yang lumayan,dahulu banyak sekali ruang terbuka di sekitar tempat tinggal ku,lahan terbuka itu ditanami salah satunya oleh aki anang,terkutuk memang,kecil-kecil sudah mencuri,mau menjadi apa besar kelak?tapi begini lah aku sekarang,,,
Orang banyak berkata jika kamu jatuh,maka terdapat berbagai macam cara yang tak terhingga,untuk dapat sampai kembali keatas,jika kamu jatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya,berarti kamu seseorang yang tolol,tidak dapat memetik hikmah dari jatuh nya kamu pada saat pertama kali,mungkin saya salah satu orang yang termasuk di dalamnya.orang yang hanya mencari alasan mengapa dan kenapa,bukan mencari solusi yang berarti atas permasalahan saya,oia hampir terlupa nama ibu saya kartijah bapak saya samijen,akulturasi yang baik sekali antara jawa dengan jawa,hidup sebagai seorang buruh tani,iya itu loh orang yang bertugas untuk menanam padi pada lahan orang lain,kemudian hasil panennya di bagi dua,atau satu per empat bagian,,menjadi orang yang memiliki keterbatasan bukan pilihanku,menjadi seorang anak dari seorang kartijah dan samijen juga bukan pilihanku,memang aku boleh memilih kelak siapa yang akan menjadi orang tua ku kelak?tidak mungkin,itu absurd,menginjak masa remaja,saya mulai merasakan apa yang dikatakan mulai mengenal lawan jenis,saya bersekolah,meskipun yah,hanya masuk sekolah untuk orang-orang dari sesame kalangan seperti saya,yang seperti itu,kasarnya sekolah untuk orang miskin,dia seorang laki-laki,namanya tidak begitu bagus,kulitnya hitam,tidak tinggi,dan tidak kurus,berbadan gempal,tidak kaya,tidak pintar,tapi dia tahu cara untuk menghargai wanita,namanya parjo,sebuah nama desa sekali,saya bertemu dengannya ketika mengantarkan makanan bapak ke sawah,ia putra dari sesama petani,tapi ia tidak beruntung seperti saya,lama sekali saya mengenal dia,kira-kira sampai umur saya delapan belas,atau kira-kira sampai saya selesai menamatkan sma,perlu diketahui di desa kami,seorang gadis berumur demikian sudah seharusnya dinikahkan,tapi saya lain,saya bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan saya,ia seperti yang sudah saya katakana di atas,saya ingin menjadi seorang akuntan,tapi sepertinya saya tidak tahu diri,dari mana saya mendapatkan dana untuk semua itu,bapak,atau ibu?jadi yah tugas saya setelah lulus sma,hanya menunggu,menunggu menunggu sampai suatu saat saya kelak akan dipinang,mungkin oleh mas parjo,laki-laki yang sudah lama mengisi hidup saya,.
Bapak seseorang yang sangat ambisius,ia ingin kelak keluarganya dapat memperoleh penghidupan yang layak kelak,tidak seperti ini serba kekurangan,maka tak heran,ia melarangku berhubungan dengan mas parjo,masih segar dalam ingatan ku ketika bapak berkata ‘memang apa yang nanti kamu dapatkan dari dia,masih mau kamu hidup seperti ini,?’
Sementara ibu hanya berkata ‘yo,wiss,turuti saja mau bapakmu,nduk,pasti itu yang baik buat kmu”,aku diam,,diam,padahal mas parjo tadi siang sudah melamarku,ia datang bersama kedua orang tuanya,untuk meminangku,ia meminangku,meminang seorang meilani,tapi bapak,ia mengahncurkan semua impian serta asa yang dibangunoleh ku dan mas parjo,hanya dalam beberapa detik,,,
Tepat setelah seminggu lamaran itu,aku melihat dari jendela luar,ada iring-iringan pengantin yang lewat depan rumahku,sipa yang menikah,kamu tahu siapa iring-iringan pengantin yang lewat depan rumahku,itu ternyata mas parjo,yang akan menikah dengan sumi,teman kecilku,aku marah,marah sekali pada bapak,pada mas parjo,namun ia berhak untuk melakukan itu semua,rasanya badan ini seperti di masukan ke dalam sebuah lubang,gelap,,sampai tidak ada sinar matahari yang masuk ke dalamnya,,,aku bukan aku sekarang,,aku tidak seperti menapak pada tanah,aku tertawa,tapi mengapa tertawa,,
Orang tua ku memasungku,di belakang rumah,
Kini yah aku kini,berada di ruangan ini,sebuah rumah sakit jiwa,tapi sebenarnya aku tidak gila,buktinya aku masih bisa bercerita dengan benar dan teratur pada kalian mengenai siapa aku,benarkan aku tidak gila?
(banyak yang bilang kalau jatuh pada suatu lubang,ada seribu atau bahkan tak terhingga cara,untuk sampai ke atas,jika sakit,lupakan sakit itu,kenang masa-masa yang indah sebagai obatnya,hehehehe,tumben gw bner ngomongnya,oia fitri,maav yah ini aib masa kecil,tp bneran loh,itu kepaksa banget,gw klarifikasi,klo sbenernya tuh kita (gw ma fitri) mau jualan telur2an yang di goreng,tp karena modalnya udah abis,kepaksa banget nyuri bawang daunnya,hehehe,criminal,,maklum anak umur sgitu,mikirnya masih pendek,buat aki anang,maav yah…)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar